Sehangat Senja



Senja datang untuk kesekian kali. Matahari tenggelam lagi seiring dengan berlalunya hari. Namun, tetap tak ada yang berubah.

Masih banyak pertanyaan yang mengambang di pikiranku.
Sebagian tentang hidupku, dan sebagian lain yang lebih besar tentang kamu.

Mengapa kamu begitu menentramkan?
Mengalahkan senja, yang biasanya raja dari segala ketentraman.

Melihat senja dari ketinggian seperti ini indah sekali, nyaris sempurna. Namun, bersamamu, aku tak peduli senja. Karena ada yang jauh lebih indah di hadapanku, yaitu kamu.

Kamu tak hanya membawaku terbang semakin tinggi dengan balon udara ini, kamu membawa serta harapan yang awalnya telah kusimpan dalam-dalam.

“Aku ingin tetap bersamamu, melihat senja-senja selanjutnya yang akan datang, menikmati segala pemandangan dari ketinggian ini.” Katamu sembari menggenggam erat tanganku.

Hatiku perlahan menghangat.
Ada lengkungan yang pelan-pelan mengembang di bibirku.
Ada bahagia yang menyelinap masuk di antara udara, ketinggian, senja, dan genggaman tanganmu.

- 11 Februari 2015-

Comments

Popular Posts