Kamu...
Teruntuk kamu, pemilik puisiku
Kamu, yang tak pernah lelah hadir dalam mimpiku
Kamu, yang selalu menyesaki benakku
Bagiku...
khayal adalah kamu
Rindupun itu kamu
Dan bahagia jelaslah kamu
Namun itu dulu...
Persinggahan memang tak pernah indah
Namun adakah yang bisa mengubah jalan ini?
Jika nyatanya aku memang
Tak pernah tertuliskan untuk tujuan
Mengenalmu jelaslah kesalahan
Tapi, bukankah aku takkan bisa belajar,
jika hanya benar yang kudapatkan?
Kini...
Adalah saat dimana
aku hanya tertawa ketika mengingatmu
Dan aku tak lagi harus bertopeng untukmu
Air mata ini telah tergantikan senyuman
Akhirnya, aku tak lagi membutuhkanmu
Sebagai satu-satunya
Tersangka atas bahagiaku
Karena kamu telah menguap perlahan,
melebur dengan udara,
lalu tenggelam bersama mentari senja.
Dhila - 9 Oktober 2013
Kamu, yang tak pernah lelah hadir dalam mimpiku
Kamu, yang selalu menyesaki benakku
Bagiku...
khayal adalah kamu
Rindupun itu kamu
Dan bahagia jelaslah kamu
Namun itu dulu...
Persinggahan memang tak pernah indah
Namun adakah yang bisa mengubah jalan ini?
Jika nyatanya aku memang
Tak pernah tertuliskan untuk tujuan
Mengenalmu jelaslah kesalahan
Tapi, bukankah aku takkan bisa belajar,
jika hanya benar yang kudapatkan?
Kini...
Adalah saat dimana
aku hanya tertawa ketika mengingatmu
Dan aku tak lagi harus bertopeng untukmu
Air mata ini telah tergantikan senyuman
Akhirnya, aku tak lagi membutuhkanmu
Sebagai satu-satunya
Tersangka atas bahagiaku
Karena kamu telah menguap perlahan,
melebur dengan udara,
lalu tenggelam bersama mentari senja.
Dhila - 9 Oktober 2013


Comments
Post a Comment