Mempertahankan Dia yang (Tak) Pantas
Seorang sahabat pernah memberiku nasehat, "Bertahanlah, jangan terlalu cepat menyerah dengan ujian yang menguatkan kalian (aku dan lelakiku)."
"Bertahanku hanya untuk mempertahankan seseorang yang pantas." Sergahku.
Aku menolak nasehatnya mentah-mentah bukan karena aku tak mempercayainya, ia sahabatku, penasehat terpercayaku.
Melainkan karena aku lelah. Lelah, bertahanku dijadikan permainan. Lelah, perihku disia-siakan.
Memberinya kesempatan sudah tak asing bagiku. Dan itu membuat aku lupa bahwa sebenarnya dia itu jauh dari kata 'pantas'.
Bagaimana bisa aku selalu memaafkan sosok yang tak pernah bisa bersyukur, tak pernah cukup akan hadirnya aku?
Bagaimana bisa kepedulianku kupersembahkan untuk seseorang yang selalu mengabaikannya?
Bagaimana bisa kesetiaanku kutujukan hanya untuk lelaki yang dengan mudahnya membagi kata sayang pada wanita lain?
Bagaimana bisa aku mempertahankan laki-laki yang terbiasa menyia-nyiakan hati seperti dia?
Aku lelah.
Aku menyerah mempertahankan dia yang tak pernah pantas.
"Bertahanku hanya untuk mempertahankan seseorang yang pantas." Sergahku.
Aku menolak nasehatnya mentah-mentah bukan karena aku tak mempercayainya, ia sahabatku, penasehat terpercayaku.
Melainkan karena aku lelah. Lelah, bertahanku dijadikan permainan. Lelah, perihku disia-siakan.
Memberinya kesempatan sudah tak asing bagiku. Dan itu membuat aku lupa bahwa sebenarnya dia itu jauh dari kata 'pantas'.
Bagaimana bisa aku selalu memaafkan sosok yang tak pernah bisa bersyukur, tak pernah cukup akan hadirnya aku?
Bagaimana bisa kepedulianku kupersembahkan untuk seseorang yang selalu mengabaikannya?
Bagaimana bisa kesetiaanku kutujukan hanya untuk lelaki yang dengan mudahnya membagi kata sayang pada wanita lain?
Bagaimana bisa aku mempertahankan laki-laki yang terbiasa menyia-nyiakan hati seperti dia?
Aku lelah.
Aku menyerah mempertahankan dia yang tak pernah pantas.


Mantap :D ... semangat eaa haha
ReplyDelete