Aku dan Kamu
Jadi apa
yang salah dengan kita? Maaf, aku dan kamu maksudku. Aku dan kamu hanya mencoba
saling mengisi, hingga akhirnya saat salah satu menghilang tanpa kabar, satu
yang lain mencari. Aku dan kamu hanya mencoba saling menyenangkan, meski hanya
via layar datar yang menghubungkan kita ini.
Sayangnya,
yang kita lakukan selama ini nyaris semu. Aku tak tahu apakah jatuhnya
harapanku akan mendapat tangkapan darimu. Aku tak tahu apa maksud dari semua
ini.
Ya,
memang aku nyaman dengan kita yang seperti ini. Namun, bukankah kamu tahu bahwa
perempuan itu makhluk yang mengagungkan kepastian?
Ah,
maafkan aku. Mungkin aku yang terlalu dini mengasumsikan apa yang terjadi
selama ini sebagai tanda. Mungkin aku yang terlalu ceroboh menyimpulkan bahwa
dengan aku menyukaimu, kau juga akan menyukaiku.
Maafkan aku. Maaf
atas kebodohanku ini.
Ini bukan
salahmu. Hanya saja, harapan
ini datang terlalu menggebu, seiring dengan hadirnya kamu bersama sikapmu yang
menyenangkan itu.
Bukankah
semua yang jatuh cinta berharap jatuhnya akan mendapat tangkapan? Bukan
sebaliknya, membiarkan hatinya menjadi kepingan berserakan.
Semoga,
apa yang aku semogakan selama ini kamu aamiin-kan dan kelak Tuhan kabulkan.


Comments
Post a Comment