Pejam
Dalam setiap pejam, aku berjumpa denganmu.
Di sana, kamu terasa lebih dekat, lebih hangat dari biasanya.
Dan kamu selalu berhasil menciptakan lengkungan kecil yang bertahan lama di bibirku.
Namun, khayalan ini tak mau berteman denganku lebih lama lagi.
Ia melangkah, menjauh.
Ia pergi. Membawamu.
Ia hilang. Meninggalkanku.
Meninggalkan aku bersama kegamangan ini.
Malam ini, aku rindu, aku ingin sekali bertemu denganmu.
Maka, izinkan aku lebih lama memejam, agar rindu ini tidak terus menerus menghajarku dengan begitu hebatnya.
Siapapun, tolong jalan bangunkan aku dari pejamku ini, sebelum rindu itu berhenti memukulku. Memberi jeda untuk aku merebahkan diri sejenak.
Sampai jumpa, Tuan. Aku menujumu, bersama pejamku.
Di sana, kamu terasa lebih dekat, lebih hangat dari biasanya.
Dan kamu selalu berhasil menciptakan lengkungan kecil yang bertahan lama di bibirku.
Namun, khayalan ini tak mau berteman denganku lebih lama lagi.
Ia melangkah, menjauh.
Ia pergi. Membawamu.
Ia hilang. Meninggalkanku.
Meninggalkan aku bersama kegamangan ini.
Malam ini, aku rindu, aku ingin sekali bertemu denganmu.
Maka, izinkan aku lebih lama memejam, agar rindu ini tidak terus menerus menghajarku dengan begitu hebatnya.
Siapapun, tolong jalan bangunkan aku dari pejamku ini, sebelum rindu itu berhenti memukulku. Memberi jeda untuk aku merebahkan diri sejenak.
Sampai jumpa, Tuan. Aku menujumu, bersama pejamku.


Comments
Post a Comment