Hanya Waktu, Bukan Rasa
Lagi lagi, kamu ingin bercanda denganku. Semestapun memainkan perannya, mendukungmu. Ironisnya yang kamu bercandai itu rasaku.
Menghilang seolah tanpa jejak. Padahal kamu sudah begitu berjejak di kepala.
Nahas, kita yang aku mau bukanlah keinginanmu.
Menghilang seolah tanpa jejak. Padahal kamu sudah begitu berjejak di kepala.
Nahas, kita yang aku mau bukanlah keinginanmu.
“Kamu kenapa? Ada yang aneh denganmu belakangan ini.” Tanya lelaki berlesung pipi dan bermata coklat terang itu. Heran, melihatku sedari tadi hanya mengaduk-aduk coklat panas dihadapanku.
“Loh? Memangnya aku kenapa? Aku baik-baik aja kok, kak.” Sembari memasang ekspresi seceria mungkin, meyakinkan kakakku satu-satunya ini.
“Udah deh, dari dulu kamu gak pernah bakat boongin kakak. Akting kamu kurang jago.” Bantahnya dengan santai.
Ekpresi yang sedari tadi kupasang mulai jatuh berantakan. Sekarang yang terpasang hanya ekspresi anak perempuan yang menatap kakaknya dengan pandangan kosong.
Aku masih sibuk dengan pikiranku sendiri. Sementara kak Daffa masih menanti jawabanku.
“Aku kangen dia, kak.” Akhirnya aku mengeluarkan kejujuranku.
“Siapa? Alvin? Bukannya kalian baru ketemu minggu lalu?”
Aku mengangguk.
Namun, tiba-tiba saja pertahananku runtuh, air mataku malah memaksakan diri untuk keluar saat aku teringat kembali pertemuan itu.
Dengan sigap, kak Daffa mempersilakan air mataku berlabuh di bahunya.
“Rindu itu ada bukan untuk dipendam, katakan pada pemiliknya.” Kata kak Daffa setelah tangisku sedikit mereda.
Jangankan mengatakan rindu, untuk sekadar menyapapun nyaliku tak cukup kuat. “Aku masih gak paham, kak. Kenapa dia pergi setelah aku memberikan waktuku untuknya? setelah pertemuan itu.” Tangisku kembali menyergap kesunyian antara kami berdua. Sesak di dadaku semakin menjadi.
“Kamu perlu tau, Ta. Bahwa gak semua orang hadir di hidup kita itu untuk menetap. Ada banyak sekali yang sekedar singgah. Ada yang menginginkan waktu kita, namun tak ingin jika kita meminta lebih dari itu.”
Masih dengan air mata yang membasahi pipiku, perlahan aku mengerti. Perasaanku hadir di saat dan tempat yang salah. Karena, yang dia inginkan hanya waktuku, bukan rasaku.
I don’t have to make you love me. I just wanna take your time.
(Terinspirasi dari lagu Sam Hunt – Take Your Time)


Enklosur.blosgpot.com adalah demo tema Enklosur, sebuah desain Blogger unik yang mengedepankan kesederhanaan fitur Blogger dalam smartphone Android.
ReplyDeleteKawan-kawan dapat memiliki dan memasang template ini dengan bebas biaya. Artinya, tidak dipungut biaya. Postingan tanpa menampilkan judul melalui smartphone, seperti status Facebook, kicauan Twitter, dan gambar di Instagram. Sila bagikan dan sebarluaskan, posting ulang sesuka Anda. Tema Enklosur ada untuk semuanya.
Sila kunjungi Areapandang.blogspot.com untuk mengunduh dan memasangnya di blog kamu sesuai dengan konsep dan tata cara posting melalui aplikasi resmi Blogger untuk Android dari Google langsung.
Salam,
Padma Aksara Barya