Perkara Rindu

Rinduku makin menjadi, meluap tanpa batas. Jika jarak dan waktu hanya bias, mengapa rindu bisa senyata ini menyesakkannya.

Aku tetap di sini, kapanpun, bersamamu, masih dan selalu. Tetapi rindu membuat jarak seolah berkali lipat jauhnya, dan waktu seakan habis sebelum kau sempat memberikannya sedikit lebih lama padaku.

Rindu ini manis, namun perlahan mengikis, membuat semburat luka yang darahnya terus mengalir. 
Rindu ini menguatkan, meski tak jarang tercipta jerit kesakitan. 

Aku bukan mengeluh, hanya ingin melepas sedikit jenuh.

Maafkan air mataku yang muncul tanpa permisi. Ia hanya menemani rindu ini. Biarkan mereka hadir menggantikanmu sesaat.

Untuk kamu, jangan tidur terlalu larut, esok masih ada aku yang inginkan kau membunuh rindu.

Comments

Popular Posts